Di ayat- ayat manakah Yesus disebut sebagai Allah (God)?
Di ayat- ayat manakah Yesus disebut sebagai Allah (God)?
Ada pandangan sementara orang yang meragukan ke-Allahan Yesus, karena mereka menyangka bahwa di Kitab Suci tidak ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah Allah. Nampaknya mereka sampai pada kesimpulan ini karena: 1) mereka membedakan istilah ‘Tuhan’ dengan ‘Allah’; 2) mereka mengabaikan banyaknya ayat lain yang secara implisit namun jelas menyatakan bahwa Yesus adalah Allah, 3) mereka tidak mengartikan Kitab Suci dengan terang Tradisi Suci para Rasul.
Gereja Katolik tidak membedakan istilah antara Tuhan dengan Allah, karena memang keduanya sama maknanya, jika mengacu kepada Sang Ilahi. Bahwa kata ‘Kurios‘ (bahasa Yunani) /’Adonai‘ (bahasa Ibrani)/’Tuhan‘ dapat mengacu juga kepada arti kata ‘tuan’ atau bahkan ‘suami’, sebagaimana pernah itu memang benar, tetapi jika istilah itu ditujukan kepada Sang Ilahi, maka istilah tersebut mengacu kepada Allah yang sama. Itulah sebabnya dalam ayat-ayat Kitab Suci istilah Allah dan Tuhan sering diletakkan berdampingan dan sejajar, untuk menunjukkan kesetaraan makna istilah tersebut.
Beberapa contoh ayat yang menyebutkan Yesus sebagai Tuhan dan Allah, sebagai Mesias, Kristus, Anak Allah, dan dengan demikian, sehakekat dengan Allah adalah:
1. Di hadapan Mahkamah Agama, sebelum para tua-tua Yahudi membawa Yesus untuk dihukum mati, mereka bertanya, “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” (lih. juga, Mat 26:63, “…katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak?”). Jawab Yesus: “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.” Lalu kata mereka: “Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-Nya sendiri.” (Luk 22:70-71).
St. Thomas Aquinas dalam bukunya Catena Aurea menjelaskan ayat ini dalam Injil Matius, dengan mengutip pengajaran St. Ambrosius, “Tuhan Yesus lebih berkehendak untuk membuktikan bahwa diri-Nya adalah Raja [Anak Allah], daripada mengatakan bahwa diri-Nya sendiri adalah Raja [Anak Allah], sehingga mereka [para tua-tua Yahudi] tidak mempunyai alasan untuk menghukum-Nya, ketika mereka mengakui kebenaran yang atasnya mereka menuntut Dia. Maka Yesus berkata, “Kamu sendiri mengatakan bahwa Akulah Anak Allah.”
Yesus menyatakan Diri-Nya sebagai Allah, dengan berkata, “Aku adalah… (I am)” yang mengacu pada perkataan Allah kepada nabi Musa pada semak yang berapi, “Aku adalah Aku, I am who I am” (lih. Kel 3:14). “Aku adalah Aku” adalah arti dari kata Yahweh. Istilah “Alfa dan Omega” (sebab awal dan tujuan akhir segala sesuatu), yang mengacu kepada Allah sendiri, juga dikatakan oleh Kristus tentang siapa Diri-Nya (Why 1:8, 21:6; 22:13). Itulah sebabnya Yesus mengatakan bahwa sebelum Abraham ada, Ia sudah ada terlebih dahulu (Yoh 8:58), dan justru karena jawaban ini, yang secara jelas menyatakan bahwa Ia adalah Allah, maka Yesus dijatuhi hukuman mati atas tuduhan menghujat Allah.
Yesus juga jelas menyatakan bahwa Ia adalah Tuhan, “Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan.” (Yoh 13:13) Tidak ada seorang-pun yang lain, yang pernah berkata demikian.
2. Ketika Rasul Tomas melihat Yesus yang telah bangkit dan menampakkan diri-Nya, ia berkata, “Ya, Tuhanku (Kurios/ Lord) dan Allahku (Theos/ God)” – (Yoh 20:28).
Kitab Mazmur dalam Perjanjian Lama juga menyebut Allah dengan sebutan ‘Elohim’/ God, dan ‘Adonai’/ Lord, “Terjagalah dan bangunlah membela hakku, membela perkaraku, ya Allah [Elohim]-ku dan Tuhan [Adonai]-ku!” (Mzm 35:23).
“Sebab kepada-Mu, ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan [Adonai], Allahku [Elohim].” (Mzm 38:15)
“Ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], Tuhan [Adonai] kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! …. Ya TUHAN [YHWH/ Yehovah], Tuhan [Adonai] kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! (Mzm 8:1,9).
Fakta bahwa Tuhan Yesus yang bangkit tidak mengatakan apapun yang menyanggah ucapan Tomas, menyatakan bahwa Ia membenarkan perkataan Tomas, dan bahkan meneguhkan kepercayaan Tomas dengan berkata, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” (Yoh 20:29). ‘Percaya’, yang dimaksud di sini adalah percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Allah (Yoh 20:28), dan karena itu Ia dapat bangkit dari kematian, di mana kebangkitan-Nya merupakan kemenangan-Nya atas dosa dan maut.
3. Rasul Petrus mewakili para Rasul pada hari Pentakosta, mengajarkan bahwa Yesus adalah Kristus, dan sebutan Kristus mengacu kepada Mesias (lih. Yoh 1:41; 4:25), Anak Allah yang hidup (Mat 16:16).
“Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuatYesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” (Kis 2:36)
“Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu …” (2Kor 1:19)
Rasul Petrus juga menyebut Yesus sebagai sumber keselamatan kekal, dan dengan demikian menyatakan bahwa Yesus adalah Allah, sebab hanya Allah-lah yang dapat memberikan keselamatan kekal kepada manusia (lih. Kis 4:12, 10:42-43)
4. Rasul Paulus juga mengajarkan bahwa Kristus adalah Allah:
“Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia [Yesus Sang Mesias] adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!” (Rom 9:5)
“Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus….” (Tit 2:12-13)
“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: “Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Flp 2:5-11)
Sedangkan, di banyak ayat yang lain Rasul Paulus menyatakan bahwa Yesus adalah Allah, yang walaupun berbeda Pribadi dengan Allah Bapa, namun satu dan setara dengan Dia:
Yesus Kristus disebut sebagai Pencipta, maka Yesus adalah Allah, sebab hanya Allah-lah yang menciptakan segala sesuatu: “Ia [Kristus] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, … karena di dalam Dia [Kristus]-lah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, segala sesuatu diciptakan oleh Dia [Kristus] dan untuk Dia [Kristus]. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia [Kristus].” (Kol 1:15-17)
“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia [Kristus]” (Kol 1:19).
“namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaituYesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.” (1Kor 8:6)
“Ia [Kristus] adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah danmenopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan….” (Ibr 1:3). Hanya Allah sajalah yang menopang segala ciptaan-Nya dengan firman-Nya.
5. Rasul Yohanes juga mengajarkan bahwa Yesus, Sang Firman, adalah Allah:
“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia [Sang Firman/ Kristus] dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia [Sang Firman/ Kristus] ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia…. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Yoh 1:1-4, 14)
“Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup– itulah yang kami tuliskan kepada kamu.Hidup itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. (1Yoh 1:1-4)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar